Selasa, 12 Oktober 2010

Buat Koleksi: Surat untuk Calon Istriku

“Hidup berdua saja sudah berat apalagi hidup sendiri “ Itulah barisan kata-kata yang keluar dari mulut seorang teman. Dan uniknya kalimat tersebut juga meluncur dari ibuku. Apakah sebuah kebetulan ? Ahhh kupikir tidak. Mereka adalah orang-orang yang sudah mengalami getirnya kehidupan perkawinan dimana suami-isteri tetap kuat dan sabar dalam menanggung beban hidup yang makin lama makin berat. Jadi tidaklah salah kalau pada akhirnya harus berhenti pada satu titik yang namanya pernikahan.

Prolog yang aneh. Apa maksudnya ? Memang beberapa hari ini aku berulangkali merubah, merubah dan merubah kalimat-kalimat dalam surat yang ingin kukirimkan kepadamu. Aku selalu merasa surat yang akan kutulis ini kurang berkenan, hambar dan biasa-biasa saja. Benar dan itu benar sekali. Karena aku menyadari kalau diriku tidak seromantis kebanyakn pria yang sedang kasmaran dan bermasyuk ria dengan kekasih atau calon istrinya. Tetapi itulah aku. Aku ingin menunjukkan inilah aku yang apa adanya tanpa ada embel-embel kehebatan atau kemampuan luar biasa selain hanya bisa menyayangimu dengan segenap hati.

Sebelumnya aku ingin mengucapkan puji syukur kepada Tuhan karena telah mempertemukanmu dalam situasi dan kondisi yang menurut ukuranku unik dan aneh serta penuh misteri. 3 tahun yang lalu aku hanya mengenalmu selewatan tanpa ada perasaan apa-apa. Kadang kala aku tertawa sendiri kalau mengingat itu semua. Tapi apa mau dikata toh memang tangan Tuhan telah bekerja dengan segala kemisteriannya. Laksana mukjizat yang diturunkan kepada utusanMu.

Sayangku, berulangkali aku merenung dan berpikir bagaimana ini bisa terjadi. Jodohkah ? Kalau kau menanyakannya maka aku ingin mengatakan bahwa kau memang jodohku. Mengapa? Aku merasakan adanya energi kuat yang menambah dan mendorong diriku untuk menjadi lebih baik. Walaupun aku masih harus merangkak untuk dapat mengerti apa yang kau inginkan. Tetapi aku terus berusaha untuk menjadi yang terbaik di matamu.

Sayangku, memang belum lama kita bertemu dan intens berkomunikasi. Tetapi aku sangat mengerti bahwa engkaulah pantas untuk mengisi kekurangan yang ada di diriku dengan kelebihan yang kau miliki. Sebaliknya aku akan berusah mengisi kekuranganmu dengan kelebihan yang aku miliki. Walaupun kita masih memerlukan waktu agar secara otomatis proses itu bekerja.

Sayangku, ingatkah malam itu ? Ya malam itu. Malam itu menyadarkan diriku kalau aku masih perlu banyak belajar untuk memahami siapa dirimu walaupun keegoan dan kecemburuan yang ada di dalam diri masih menguasaiku. Maafkan aku karena aku tidak bisa berbuat apa-apa kecuali diam dan berdoa agar engkau selamat dan sehat dunia akhirat sampai akhir jaman. Tetapi dari semua itu aku mendapatkan hikmah yaitu makin kuatnya diri kita untuk saling terbuka dan terus menjalin komunikasi yang baik.

Sayangku, engkau memang sumber inspirasiku. Betapa tinggi harapan yang kau inginkan. Ingatkan dengan rumah idaman itu hehehe… Sebenarnya aku cukup terkejut ketika kau mengungkapkannya di hadapanku yaitu sebuah rumah idaman untuk keluarga kita kelak. Rumah asri nan alami yang engkau persiapkan dengan konsep yang telah kau tuangkan dalam coretan-coretan penuh makna. Dari situlah aku mulai berpikir untuk bangkit dan mulai merancang hidup agar impian rumah idaman itu bisa menjadi kenyataan. Walaupun saat ini hanya sekedar bualan tetapi bagaimanapun caranya, aku akan berusaha untuk mewujudkannya demi kamu dan si kecil.

Sayangku, aku ingin terus memanjakanmu setiap detik, menit, jam, hari, minggu, bulan dan tahun sampai Tuhan mempunyai kehendak yang lain. Kemanjaanmu itulah membuatku makin paham mengenai arti kasih sayang. Bukan cinta yang dirasuki oleh nafsu syahwat tanpa batas. Kasih sayang yang aku berikan kepada manusia yang memang menjadi pilihan yang dikirimkan oleh Tuhan agar aku mempunyai kewajiban untuk melindungimu dan keluarga kita kelak.

Sayangku, aku bingung dan tak tahu lagi apa yang ingin kutuliskan kepadamu. Sebuah Surat yang menurutku hanya sekedar curhatan tanpa makna. Tetapi sekali lagi aku bukanlah pria yang pandai berbicara ataupun bisa membuat asmaramu bergejolak. Aku hanya bisa berharap kau merasa nyaman dan bahagia lahir batin bersamaku. Aku ingin kita berdua bersatu dalam ikatan suci. Ikatan keilahian yang akan membawa kita pada satu titik yaitu surgaNya.

Sayangku,… Kutunggu 2 huruf darimu.

Malam terang benderang

Diiringi bulan purnama memancarkan kebahagiaan

Euforia bintang-bintang bersorak sorai

Mengiringi jiwa suka cita

Nada-nada mesra mengalun

Menggelitik telinga insani

Menusuk hati yang merindu

Memancarkan aura cinta suci

Sosok cinta telah datang

Kasih sayang terbawa angin

Mendesirkan kerinduan dalam diri

Menyelimuti raga rindu meradang

Kutahu kedatanganmu

Menghampiri diriku

Menghapus sepi selaksa

Membalas kerinduan mendalam

Hai kekasih hati

Lama sudah ku menanti

Sabar diri terbalaskan

Karena ku tahu kau milikku

Terima kasih Tuhan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails